Sabtu, 19 Agustus 2023

Koneksi Antar Materi Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional


Tugas Koneksi antar materi Modul 2.2 tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional ini merupakan salah satu tugas dari rangkaian tugas yang harus dipenuhi pada Program Calon Guru Penggerak Angkatan 8 Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Penulis mencoba membuat benang merah koneksi antar materi pada modul ini berdasarkan pertanyaan pemantik yang tersedia pada LMS Program Guru Penggerak. Pertanyaan Pemantik 
Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional? 
Terkait dengan kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional tentu saja mengalami penyempurnaan. Sebagai pemimpin pembelajaran, guru tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan kognitif saja tetapi juga memerlukan penguasaan kompetensi sosial dan emosional dalam melaksanakan peran sebagai pemimpin pembelajaran. Penguasaan KSE akan membuat guru semakin matang dalam bertindak karena memahami KSE yang harus diterapkan terutama ketika mendorong siswa menemukan kodratnya. 
Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah proses pembentukan diri dengan ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan anak (kesadaran diri, kontrol diri, kemampuan berelasi, dan lain-lain) untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, mengajarkan mereka menjadi orang yang baik, memberikan keseimbangan pada individu, dan mengembangkan kompetensi personal yang dibutuhkan untuk dapat menjadi sukses. 
Pembelajaran sosial dan emosional adalah mampu mendorong baik guru maupun murid memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi masalah kehidupan sekaligus mencari solusi terbaik dari masalah tersebut. KSE tersebut antara lain kesadaran diri, manajemen diri, kemampuan berelasi, kesadaran sosial serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab 
Apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya?
Terkait dengan modul sebelumnya pembelajaran sosial dan emosional yang saya pelajari maka saya jelaskan dibawah ini: 
Keterkaitan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional dan Modul 1.1 Filosofi Pemikiran KHD Kompetensi sosial dan emosional ini sejalan dengan Filosofi Pemikiran KHD adalah guru harus menciptakan kondisi well being, sehingga mampu menebalkan kodrat baik siswa dengan dukungan kodrat alam dan kodrat zaman sesuai dengan kebutuhan masing-masing murid yang unik. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan harus menuntun anak menebalkan kodratnya agar mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya. 
Keterkaitan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional dan Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak Pembelajaran Sosial dan emosional mendorong guru untuk mampu mengelola KSE guru maupun murid agar tercipta pembelajaran yang berpihak pada murid yang sesuai dengan nilai dan peran guru penggerak. 
Keterkaitan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional dan Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Dengan menggunakan pembelajaran sosial emosional guru dapat mewujudkan visi yang diharapkan dan dapat membentuk murid yang berakhlaq mulia sehingga profil pelajar pancasila akan mudah terwujud sesuai harapan 
Keterkaitan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional dan Modul 1.4 Budaya Positif 
Melalui pembelajaran sosial dan emosional guru dapat mengenali dirinya sendiri dan dapat memahami serta mengendalikan emosinya masing masing yang sedang dialaminya, sehingga mampu mengontrol diri dan menerapkan disiplin positif dengan baik sesuai dengan kesadaran dirinya yang penuh.
Keterkaitan Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional dan Modul 2.1 Pembelajaran Untuk memenuhi kebutuhan belajar murid (Pembelajaran Berdiferensiasi) 
Dengan mempelajari pembelajaran sosial dan emosional, guru akan memiiki kemampuan untuk mengenali emosi dan perasaan masing-masing murid sehingga guru dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar murid. 
1. Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa pembelajaran sosial dan emosional itu tidak terlalu penting untuk mendukung pembelajaran sehingga saya tidak pernah serius mempelajarinya. Setelah mempelajari modul ini, ternyata pembelajaran KSE sangat nendukung terhadap tercapainya pembelajaran secara umum sehingga sangat penting bagi seorang guru untuk memahami dan menguasainya sekaligus mendorong muridnya untuk memahami dan mengaplikasikannya. 
2. Berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah: 5 kompetensi sosial emosional, kesadaran penuh ( mindfulness), kesejahteraan psikologis (WELL-BEING) Kesadaran Diri kemampuan untuk memahami perasaan, emosi dan nilai nilai diri sendiri serta bagaimana pengaruhnya pada prilaku diri dalam berbagai situasi dan kondisi dalam aktivitas kehidupan sehari hari. Manajemen Diri Kemampuan dalam mengelola emosi, pikiran dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai keadaan untuk mencapai tujuan dan aspirasi serta target yang diinginkan. Kesadaran Sosial Kemampuan cara pandang untuk memahami rasa empati terhadap orang lain seperti latar belakang RAS dan budaya yang beragam sehingga dapat menerima keadaan tersebut pada lingkungannya. Kesadaran Berelasi Kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang baik, sehat dan dinamis serta suportif untuk terciptanya lingkungan yang kondusif. Pengambilan keputusan yang bertanggungjawab Kemampuan ini berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam pilihan pilihan yang baik dan konstruktif yang berdasarkan atas kepedulian. kapasitas dalam mempertimbangkan segala hal yang berkaitan dengan keamanan, kenyamanan dan manfaat serta konsekuensi dari berbagai tindakan tersebut sehingga tercipta kesejahteraan secara psikologis baik untuk diri maupun orang lain. Mindfulness Kesadaran ini muncul ketika seseorang memberikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu ( tanpa menghakimi). Mindfulness bisa dijadikan dasar dalam penguatan lima kompetensi sosial dan emosional sehingga menjadi sebuah kekuatan besar dalam mempraktikan pembelajaran sosial emosional yang baik. Penerapan Mindfulness dapat dilakukan dengan cara STOP yaitu : Stop ( berhenti sejenak) Take a breath (ambil nafas dalam) Observe ( amati sensasi pada tubuh, perasaan, pikiran dan lingkungan) Proceed (selesai dan lanjutkan ) Well-Being ( kesejahteraan psikologis) Merupakan sebuah kondisi pada seseorang yang memiliki sikap positif terhadap diri dan orang lain, dapat mengatur tingkahlaku dan keputusannya sendiri sehingga bisa memenuhi kebutuhannya dengan menciptakan dan mengelola lingkungan dengan baik serta memiliki tujuan hidup lebih bermakna serta berusaha bereksplorasi dalam mengembangkan dirinya sendiri maupun orang lain. Berkaitan dengan no 2, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan sekolah: bagi murid-murid: mendorong peningkatan kompetensi sosial dan emosional murid yang diimplementasikan dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan melalui pembelajaran di dalam kelas untuk menumbuhkembangkan lima kompetensi sosial dan emosional maupun dalam kegiatan di luar kelas dalam bentuk ekstrakurikuler. bagi rekan sejawat: Perubahan yang akan saya terapkan di sekolah terkait dengan rekan sejawat adalah saya berbagi pengetahuan dengan rekan sejawat sehingga dengan pemikiran dan pemahaman yang sama mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran Sosial Emosional serta selalu mengedepankan kolaborasi diantara sesama rekan sejawat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Selamat datang di Ade Iskandar Online, silahkan anda mengambil manfaat sebanyak mungkin dari blog ini. Semoga menjadi sebuah kebaikan bagi kita semua