Laman

Senin, 11 April 2011

Menjadi Guru yang Penuh Cinta

Menjadi guru merupakan profesi yang menyenangkan sekaligus membuat lelah. menyenangkan karena  dengan menjadi guru, seseorang akan berkecimpung dalam dunia yang penuh warna. seorang guru tiap awal tahun pelajaran akan menghadapi kelas baru dengan keunikan anggota kelasnya yang juga baru.
Membuat lelah karena dengan kewajibannya, guru harus bisa memahami sifat dasar siswa, karakter pribadinya, sudut pandangnya sekaligus dunianya. sebab tanpa mengerti siswa, seorang guru tidak akan mungkin dimengerti oleh siswanya. 
Prof Sun Yat Sen mengatakan "To say is easy, To do is Difficult, To understand is more difficult, and To make one understand is the most difficult". Berbicara itu mudah, melakukannya sulit, Mengerti sesuatu itu lebih sulit dan untuk membuat orang lain mengerti itu paling sulit. Dari kutipan di atas bisa disimpulkan satu hal yang paling essensial bagi pekerjaan seorang guru. Membuat siswa mengerti itu paling sulit.
Sehingga tidak mengherankan, ketika seorang guru peduli kepada siswanya, maka tingkat stresnya akan meningkat, keresahan dirinya akan pekerjaan yang digelutinya dan keberhasilan anak didiknya juga akan meningkat.
Hal ini berbanding lurus dengan ketidak pedulian guru pada keberhasilan anak didiknya dan keresahan dirinya pada profesinya. seorang guru yang tidak acuh dan tidak peduli pada keberhasilannya mendidik, maka ia tidak akan mengalami keresahan dan kebingungan seperti yang dirasakan oleh guru yang peduli pada anak didiknya.
Yach......mendidik memang pekerjaan sulit. tapi mendidik juga pekerjaan yang sangat menyenangkan. Peduli pada anak didik memang seringkali membuat guru merasa resah, tapi justeru keresahan seperti itulah yang dibutuhkan oleh seorang guru untuk meningkatkan kualitas dirinya dalam melakukan pekerjaannya.
Seorang guru yang merasa resah pada pekerjaannya, artinya mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya ketika melaksanakan pembelajaran.
Salah satu hal yang bisa mengurangi tingkat keresahan yang dirasakan oleh guru dalam proses belajar mengajar, adalah mengajar dengan cinta. Dengan cinta guru akan mencintai  pekerjaannya. dengan cinta guru akan mencintai anak didiknya. dengan cinta pula, guru akan memahami kekurangan anak didiknya. dan dengan pemahaman ini lah guru akan mengerti hakikat belajar dan mengajar.
Seorang guru yang mendidik siswanya dengan cinta akan mempunyai tingkat toleransi yang tinggi pada kekurangan siswanya dalam memahami dan menguasai materi pembelajaran. Dengan cinta pula, seorang guru tidak akan pernah lelah untuk terus menerus mendidik anak didiknya sehingga menjadi manusia yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
Mudah-mudahan semua guru di Indonesia merupakan guru-guru yang penuh cinta, sehingga tak kenal lelah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Sudah terlalu lama bangsa kita tertinggal dalam hampir semua hal dari negara lain. Inilah saatnya kita menunjukkan jati diri bangsa sendiri. Dengan menjadi bangsa yang sejajar dengan bangsa lain dalam Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan Tekhnologi. Gurulah yang harus menjadi Pioneernya. Gurulah yang harus menjadi Pelopornya. Gurulah yang akan membuktikannya. Jadilah Guru Yang Penuh Cinta






Tidak ada komentar:

Posting Komentar