Dalam keberadaannya, kualitas pembelajaran didalam kelas adalah merupakan penentu dari keberhasilan dunia pendidikan, yang secara berantai dan tak terpisahkan juga menentukan kemajuan bangsa ini. Maka dari itu, pembelajaran yang terjadi disetiap kelas haruslah efektif dan efisien, sehingga tujuan pendidikan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu “untuk mencerdaskan kehidupan bangsa” bisa tercapai.
Namun pada kenyataannya, untuk mencapai tujuan pendidikan global itu, seringkali para guru menemukan berbagai macam kesulitan. Mulai dari kendala sarana prasarana yang terbatas, system yang dibangun dalam sekolah tersebut kurang berfungsi, motivasi belajar siswa yang rendah, sampai pada tingkat kesulitan materi pelajaran yang dihadapi oleh para siswa dalam pembelajaran itu sendiri.
Satu hal yang harus disadari oleh setiap guru ketika berada didalam kelas adalah bahwa guru harus betul-betul mengupayakan dengan sekuat tenaga, agar pembelajaran yang terjadi disetiap kelas terlaksana secara efektif dan efisien sehingga pembelajaran betul-betul memberikan hasil yang memuaskan demi kemajuan siswa.
Tentu saja supaya pembelajaran yang terjadi didalam kelas itu efektif dan efisien, guru harus terus berupaya meningkatkan kemampuan dan keahliannya dalam setiap hal yang berkaitan dengan profesinya. Setiap guru harus terus berinovasi mencari cara dan metode terbaik agar pembelajaran dikelasnya mengena pada tujuan intinya sehingga pada akhirnya kualitas hasil pembelajaran siswa meningkat karena pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Singkat kata, dengan cara dan metoda yang tepat, tujuan pembelajaran bisa dicapai dengan maksimal tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaga secara berlebihan dalam mencapai hasil tersebut.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh guru untuk terus mengembangkan pembelajaran yang efektif dan efisien adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).
Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama (Arikunto,2007)
Tujuan dari penelitian tindakan kelas atau sering juga disebut classroom action research adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengevaluasi dan merefleksi tindakan yang telah dilakukan sehingga selanjutnya guru melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dikelas tersebut.. Arikunto (2007) mengatakan “Namun demikian, ada hal yang sangat perlu difahami bahwa penelitian tindakan kelas bukan sekedar mengajar seperti biasanya, tetapi harus mengandung satu pengertian, bahwa tindakan yang dilakukan didasarkan atas upaya meningkatkan hasil, yaitu lebih baik dari sebelumnya.”
Secara garis besar, ada empat tahapan yang lazim dilalui dalam penelitian tindakan kelas yaitu 1. Perencanaan (Planning) 2. Pelaksanaan (Action) 3. Pengamatan (Observation) dan 4. Refleksi (Reflection)
Dari ke-empat tahap yang dilalui itu, maka setiap guru yang melakukan penelitian tindakan kelas bisa memperbaiki apa yang masih kurang dari metode yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakannya dan mempertahankan sekaligus meningkatkan kelebihan metode proses belajar mengajarnya. Sehingga kemudian, jika setiap guru sadar dan memahami akan pentingnya penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran maka kegiatan belajar didalam kelas akan mengalami peningkatan baik hasil ataupun prosesnya.
Mudah-mudahan setiap guru negeri ini terus tak kenal lelah, dengan semangat yang pantang menyerah berusaha meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, yang salah satu diantaranya melalui penelitian tindakan kelas, sehingga pada gilirannya kualitas pendidikan di negeri ini akan meningkat